Humor Categories

Agama • Bahasa • Cinta • Ekonomi • Hukum • Kedokteran • Lain-lain • Militer • Negara • Olahraga • Politik • Sex • Suku • Teka-teki 

Main Menu

Home
Kirim Humor
Forum
SALESMAN, INDIAN,AND DAUN PAPAYA (Augustinus Siagian - 0000-00-00 00:00:00)

Salesman CD

Si Emen seorang penyelia pemasaran di sebuah perusahaan celana
dalam,
ingin mengetahui berapa rata-rata celana dalam yang dimiliki oleh
para
pria di kota
Pada hari pertama dia melakukan survei kepada A, B dan C.
Pada si A di bertanya :
Emen : mas berapa celana dalam yang anda punya ?
A : saya punya 2
Emen : bagaimana anda pake setiap harinya ?
A : satu saya pake, besok saya cuci dan pake yang satu lagi.
Emen (dalam hati) : wah bisa turun penjualan saya nanti

Pada si B dia bertanya :
Emen : mas berapa celana dalam yang anda punya ?
B : saya punya 7
Emen : bagaimana anda pake setiap hari ?
B : saya kasih nomor setiap celana, nomor 1 untuk hari senin,
2 untuk hari selasa, dst. sampai nomor 7 untuk hari minggu.
Emen (dalam hati) : nah ini baru tepat buat dijadikan pelanggan

Pada si C dia bertanya :
Emen : mas berapa celana dalam yang anda punya ?
C : saya punya 12.
Emen : 12, wah banyak bener. Gimana cara pakenya mas ?
C : saya kasih nomor 1 sampai 12. Yang nomor 1 saya pake untuk
bulan Januari, nomor 2 untuk Februari, dst. yang nomor 12
untuk bulan Desember.
Emen (dalam hati) : kalo` begini semua lebih baik saya ganti
pekerjaan saja
.
==========================================================

Pelana Kuda Indian

Marlene, seorang sekretaris cantik dari Philadelphia, sedang dalam
perjalanannya yang pertama menyeberangi Amerika.
Di sebuah gurun, ia terpaksa berhenti karena mobilnya kehabisan
bensin.
Seorang Indian memberinya tumpangan dengan membonceng kuda.
Selama perjalanan, setiap beberapa menit si Indian berteriak dengan
kerasnya hingga gaungnya terdengar di seluruh gurun.
Akhirnya, Marlene turun di sebuah pomba bensin dan si Indian berlalu
sambil meneriakkan,`Yah-hoo!`nya yang terakhir.
`Kau apakan sikulit merah tadi.` tanya pemilik pompa. `Sampai ia
berteriak-teriak seperti itu?`
`Tidak kuapa-apakan`sahut Marlene.` Aku hanya duduk diam-diam di
belakang. Kulingkarkan tanganku di sekeliling pinggangnya sambil
berpegang erat-erat pada tanduk pelananya.`
`Nona,` kata orang itu, `Orang Indian menunggang kuda tanpa pelana!`
==========================================================

Beda Wanita dengan Daun Pepaya

Selingan ringan yang terjadi di warung kopi sebelah.
Dua orang sedang main tebak-tebakan:

Parto : Apa bedanya tangan wanita dan daun pepaya
Paimin: Tangan wanita lembut dan daun pepaya pahit
Parto : Salah
Paimin: (diam sebentar dan berpikir), nyerah.... gua tidak tahu
Parto : Kalau daun pepaya itu melembekkan daging, sedangkan tangan
wanita mengeraskan daging
Paimin: (nyengir..... )

Bahasa Indonesia
Kategori Ekonomi
Sudah di baca sebanyak 942
Nilai yang di dapat 1930
Anda Memberi Nilai?  
Advertisement

Humor Terbaik Bulan Ini

Data Humor Belum Ada

Humor Terbanyak di Baca Bulan Ini

Data Humor Belum Ada
Locations of visitors to this page