|
|
KELUARGA BESAR ORANG BATAK ([K][E][N][O] - 0000-00-00 00:00:00)
Alkisah, si Butet musti pergi nemenin boss ke Puncak. Ada bekas kolam di villa si boss yang perlu di Hutauruk pakai tanah. Setelah keluar dari Jagorawi, jalanan mulai ber-kelok2, kadang Mandagi(sorry yang ini Manado bok ...) kadang Manurung, ditepi jalan banyak dilihatnya Pohan-pohan, kebanyakan sih Pohan Tanjung.
Begitu sampai di Puncak, dibukanya pintu mobil, hmm... Siregar hawanya. Lantas dia jalan2 dikebun teh, tiba2 dia dikejutkan oleh seekor ular yang besar, `Ada Sinaga` dia teriak terus lari Sitanggang langgang kebawah, namun akhirnya jatuh kedalam Tobing sehingga bibirnya Sihombing.
Dia menangis Marpaung-paung, tapi sebagai orang Batak, pantang untuk menangis, dia harus Togar. Lalu pergilah dia ke Panjaitan untuk jahit-in bibirnya. Ongkosnya Pangaribuan `Itu terlalu mahal, bagaimana kalau Napitupulu saja` tawarnya. `Napitupulu terlalu murah, Pandapotan saya kan kecil, tapi bolehlah asa pakai jarum bekas yang tidak tajam lagi alias Sitompul` jawab si Panjaitan.
Setelah itu, pergilah dia ke Pasaribu membeli Lubis untuk makan siang, karena si boss paling suka makan pakai ikan, sambal dan Nababan. Ikan-nya dibakar dulu pakai Batubara. Malamnya waktu tidur sendirian dikamar dia Bonar-Bonar ketakutan, sayup terdengar lolongan si Rajagukguk. Tiba2 ada suara didepan pintu nya. `Situmorang ... ?` tanya dia. Ada jawaban `Situmeang`. `Ohh kucing pikirnya, `Ah... daripada takut, mendingan nyetel TV` dan dinyalain-nya TV kebetulan lagi ada iklan PKB yang dibintangi Gus Dur ;`Simanjuntak gentar, membela yang benar ...`
|
Humor Terbaik Bulan Ini
Data Humor Belum Ada
Humor Terbanyak di Baca Bulan Ini
Data Humor Belum Ada
|