|
|
TRUE STORY FROM SURABAYA (Dhalan Iskan - 0000-00-00 00:00:00)
Ini kisah nyata yang benar terjadi dimasa reformasi sekarang banyak terdapat antek-antek orde baru yang juga masih bertahan dengan menggunakan berbagai cara untuk mencapai tujuan dalam mempertahankan jabatan meskipun rakyat tidak menghendaki tapi ya maksakan diri lewat jalan sogok anggota dewan dasar anggotanya ya butuh duit pilihan rakyat akhirnya tidak terpilih ini kisah menarik Sunarto Sumoprawiro walikota Surabaya yang paling berkesan sebagai bapaknya bonek(bondo nekad) yang paling jago dalam urusan yang nggak mbayar atau menghalalkan segala cara sehingga citra Surabaya benar-benar memalukan tapi bapaknya paling bangga dengan sebutan bonek jadi harap maklum untuk daerah lain nggak perlu bingung bapaknya begitu apalagi anak buahnya.
Di Surabaya pemilihan walikota benar-benar bobrok yang satu bekas pencuri, yang satu jago nggak mbayar dan juara nyogok
lalu dewan sepakat bahwa ketimbang milih bekas masuk penjara ya lebih baik milih juara nyogok benar khan pokoknya dewan juga enak dan semua pada kenyang.
akhirnya timbul kemarahan hampir seluruh elemen masyarakat di Surabaya mereka nggak bisa laggi menolak Sunarto terpaksa kesepakatannya nggak usah ngajak atau ngundang acara yang penting semua elemen masyarakat diharapkan juga sepakat. Tepat 1 bulan setelah pelantikan Sunarto jadi walikota ada acara akbar di Surabaya lalu semua panitia pelaksana mengundang tokoh penting kebetulan Presiden Gus Dur dan Mbak Megawati hadir (tapi mbak Mega tak hadir akhirnya Gus Dur bersama Mendagri yang hadir), semua undangan diberikan dengan hormat termasuk pejabat Gubernur Surabaya Imam Utomo dll minus walikota Sunarto mungkin Sunarto merasa malu makanya ajudan disuruh telephon panitia tapi panitia tak nanggapi Sunarto untuk memberi Undangan pada walikota (malu pertama). tanpa pikir panjang ya pokoknya langsung datang saja meskipun nggak diundang yang penting dilihat Gus Dur dan makan gratis (malu ke dua). Begitu datang di acara langsung reflek pergi di depan pintu tempat Gus Dur akan masuk supaya kelihatan yang punya acara padahal ya bukan terus setiap undangan masuk dia senyum- senyum sendiri lihatin para undangan yang rata rata tamu penting tapi ya nggak dianggap (malu ketiga).
dan Gus Dur ternyata lewat pintu lain bukan seperti jadwal untuk masuk acara lebih lancar terus istrinya yang gemuk ya disuruh lari terbirit-birit ngejar Gus Dur sambil merengut wajahnya tamu-tamu lain ya udah nggak menangapi dia lagi semua pada memberi sambutan pada Gus Dur (malu keempat).
akhirnya sewaktu Gus Dur masuk dengan gaya seperti Matori ketua PKB dia sungkem sampai lututnya ke lantai mau mencium kaki Gus Dur sambil bilang Kulo narto Gus (saya narto gus)
tapi Gus Dur yang dibilangi oleh Yenny putrinya dia Sunarto cuma bilang aku wis ngerti (aku sudah tahu) mungkin dalam hati Gus Dur gitu saja kok repot, sambil jalan Gus Dur nggak diperdulikan Sunarto (malu ke lima). yang parah setelah kencing garasi tempat pusakanya belum di tutup ya begini stressnya narto(malu keenam). wah kasihan bapaknya bondo nekad
cerita nyata ini benar terjadi
|
Humor Terbaik Bulan Ini
Data Humor Belum Ada
Humor Terbanyak di Baca Bulan Ini
Data Humor Belum Ada
|