Disebuah rumah sakit darurat yang didirikan oleh Palang Merah Internasional di daerah pegunungan didekat Kandahar Afganistan tergeletaklah seorang Afghan pejuang Taliban. Melihat kondisinya yang lemah seorang perawat yang notabene berkebangsaan Amerika mencoba mengajak bicara pada sang pejuang.
Perawat(Prw): Maafkan bangsa kami... tuan kelihatan lemah dan sedih. Apa yang anda pikirkan.
Pejuang Afghan (PA): Terima kasih atas perhatian terhadap perjuangan bangsa kami. Rasanya tidak lama lagi saya akan menghadap sang Pencipta. Ijinkan saya mencium bendera Taliban sebelum ajalku tiba.
Prw: Maaf tuan... ini perang tidak mudah kami keluar untuk mencari bendera Taliban dan saya takut ditembak bangsa sendiri gara-gara membawa bendera Taliban.
PA: Tolonglah saya sekali ini saja nyonya.
Setelah melihat kesana kemari ternyata terlihatlah gambar bendera Taliban yang sudah koyak di lemari diatas kepala sang pejuang dan dengan sigapnya sang perawat mengambil gambar bendera Taliban untuk diserahkan ke Afghan.
PA: Terima kasih Nyonya, anda telah membantu saya.
Dan diciumlah gambar tersebut dengan linangan air mata. Melihat sang Afghan berlinang air mata sang perawat merasa terharu dan mencoba berbisik ke sang Afghan.
Prw: Tuan... semoga anda bahagia.
PA : Ijinkan aku minta satu lagi.
Prw: Apa itu...???
PA : Ijinkan aku mencium jenggot Osama.
Prw: Tidak mungkin tuan. Tentara kami saja tidak dapat menangkap tuan Osama, apalagi saya harus membawa tuan Osama kemari.
PA : Nyonya ngga usah bingung... saya melihat jenggot Osama sewaktu nyonya mengambil gambar bendera Taliban tadi.
Prw: ?????